Perempuan Gaza adalah sebaik-baik perempuan. Mereka teruji bukan semata karena perang, tapi juga tersebab kematian orang-orang terkasih. Rahim mereka adalah rahim paling mulia, tersebab darinya lahirkan manusia utama, hidup hafal Al-Qur’an, mati menghuni surga.
Perempuan Gaza tidak sedikitpun mengeluh. Air mata mungkin menetes, tapi semangat juang akan tumbuh subur karenanya. Makanya, perang 8 hari Desember 2012, ada 100 anak syahid di Gaza, 1.000 anak lahir di sana. Perlawanan tidak akan berakhir.
Perempuan Gaza tahu apa peran utama mereka. Mereka memastikan gugur 1 tumbuh 100. Jiwa suci terus bergantian menghuni Gaza. Perempuan Gaza punya cara sendiri menyantuni janda syahid dan memuliakan keluarganya. Mereka satu keluarga besar. Pejuang Gaza adalah sosok berani dan cerdas. Mereka menghitung semuanya dengan logika perang. Saat bawa misi untuk Gaza #foodbank, kami pilih program beternak. Mereka memilih kelinci. “Tidak mudah diserang Zionis”, kata mereka menyebutkan alasan mengapa memilih kelinci.
Bantuan makanan mereka butuhkan, sebab blokade memutus rantai logistik ke Gaza agar pejuang menjadi lemah. Maka kami buatkan sumber makanannya. Peternakan kelinci untuk program Gaza #foodbank 6 bulan telah panen dan kini dibagikan secara reguler ke penduduk sana. Oleh karena itulah, Gaza selalu menakutkan bagi Zionis. Lelakinya, perempuannya, juga anak-anaknya.
0 komentar:
Posting Komentar