Kamis, 30 Januari 2014

Suatu hari seorang ayah dari keluarga  sangat kaya membawa anaknya ke desa untuk menunjukkan kepadanya kehidupan orang-orang miskin. Mereka tinggal  beberapa hari di rumah seorang petani miskin. Sekembalinya dari desa, sang ayah bertanya kepada anaknya,” bagaimana menurutmu perjalanan kita ini?”

“Hebat, Ayah,” kata anaknya.

“Apakah kau melihat bagaimana orang-orang miskin itu hidup?”

“Ya.”

“Lalu, pelajaran apa yang dapat kau ambil dari perjalanan itu?” tanya ayahnya dengan bangga.

“Aku baru sadar, bahwa kita punya dua anjing sedang mereka punya empat. Kita punya kolam renang  luasnya sampai setengah kebun, sedang mereka punya sungai yang tak memiliki ujung.  Kita mengimpor lentera untuk kebun kita, mereka punya bintang-bintang di malam hari. Teras kita sampai halaman depan, sedang mereka seluruh horizon. Kita punya tanah tempat tinggal kecil, mereka punya halaman sejauh mata memandang. Kita punya pembantu-pembantu yang melayani kita, sedang mereka memberikan pelayanan kepada orang lain. Kita membeli makanan kita, mereka memetik sendiri makanan mereka. Kita memiliki pagar mengelilingi dan melindungi kekayaan kita, mereka punya teman yang melindungi mereka.

Sampai di sini, sang ayah tak bisa berkata apa-apa. Kemudian anaknya menambahkan,” Ayah, terima kasih, engkau telah menunjukkan betapa miskinnya kita.”

****  
Kita sering kali lupa pada segala yang kita miliki dan memusatkan perhatian hanya pada apa-apa yang tidak kita miliki.   

Kisah di atas hanya satu dari sekian banyak kisah dan cerita yang bisa kita petik hikmahnya.  Rasullallah pernah bersabda,”Kalimat hikmah adalah milik orang mukmin yang hilang.” (Tirmidzi dan Ibnu Majah). Maksudnya, di mana pun orang mukmin menemukan hikmah maka ia berhak menyimpannya. Ali bin Abi Thalib, sahabat nabi yang paling alim pun, berkata,”Ambillah hikmah dari sumber mana pun.”
Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Ia memutuskan setiap perkara dengan adil, tanpa pandang bulu. Suatu hari, dua orang menghadap sang hakim. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka, yang sebenarnya sangat sederhana. Keduanya berdebat tentang hitungan 3 x 7.
Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Ternyata sang hakim memvonis cambuk 10 kali bagi orang yang menjawab 21.

Spontan si terhukum memprotes. Sang hakim menjawab, Hukuman ini Bukan untuk hasil hitungan mu tetapi untuk Kebodohan mu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalau 3 x 7 adalah 21 !

Tentu saja itu hanya cerita rekaan. Tetapi ada Hikmah dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk hal yang tidak perlu. Bukankah kita sering mengalaminya? Bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga, atau kolega.

Berdebat atau bertengkar untuk hal-hal yang tidak ada gunanya, hanya akan menguras energi percuma. Ada saatnya kita mengalah untuk menghindari perdebatan atau pertengkar-an yang sia-sia. Mengalah bukan berarti kalah, bukan? Untuk itu kita perlu mempertimbangkannya dengan bijaksana.

Janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari mata kita. Memang hal yg tak mudah.
Janganlah sekali-kali berdebat dengan orang bodoh yg Tidak menguasai permasalahan.              
Janganlah berdebat dengan seseorang manakala kita tahu bahwa sudut pandang nya bertolak belakang dengan kita.

HANYA ORANG BODOH YANG TIDAK BISA MARAH TETAPI SUNGGUH SANGAT ARIF ORANG YANG TIDAK SUKA MARAH DAN BISA MENGHINDARI KEMARAHAN YG TAK BERDASAR..

Popular Posts

Pesan dan kesan

Belajar dan terus belajar hingga segala sesuatu yang gelap akan menjadi terang. adapun masa lalu yang kelam biarkan dia terbang bersama gugurnya dedaunan setiap musimnya ....


Don't forget after visiting...........


Visit again.... Bye... Bye,,,

This is Me ...

This is me ..

Foto saya
Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia
i'm saiful, my complete name is Sibghoturrahman Saifullah .. I was born on the word, as the winner... I wanna be succes person and i wanna make tremoring the world,... see you on the top ............ i'm CHARMING BOY ,.... :)

Aminion

Cartoons Comments Pictures

My Time

Followers

About

Selamat datang di blog ku, insyaallah bermangfaat buat saudara-saudara sekalian pada umumnya... Belajar dan terus belajar hingga segala sesuatu yang gelap akan menjadi terang. adapun masa lalu yang kelam biarkan dia terbang bersama gugurnya dedaunan setiap musimnya ...
Sibghoturrahman Saifullah

Menemukan arti dari sebuah motivasi diri...

Copy Right By Saiful. Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Translate

Prayer Time