![]() |
| Al Aqsha |
Awalnya para kesatria melakukan tugas tersebut. Namun, selepas Nabi Sulaiman AS wafat, The Knights mengambil apa yang terdapat di bawah kuil itu. Mereka menyadari akan kepentingan perkara ini, rahasia amalan sihir berada di ujung jari mereka. Mereka mencuri dan mulai berlatih. Mereka pindahkan kitab-kitab tersebut dan mulai berlatih dan mengamalkan. Mereka benar-benar jauh dari agama yang dibawa oleh Nabi Musa dan Allah SWT. Dan mereka mulai tenggelam di bawah kuasa dan pengaruh iblis. Karena ritual yang mereka jalankan, akhirnya dengan waktu yang begitu singkat mereka menjadi orang yang berpengaruh dan terkaya di negara itu.
Ahli okultisme menegaskan bahwa syaitan memberi penghargaan kepada pengikutnya dengan kekayaan duniawi. Mereka bisa membuat apa saja seperti memberi dan menerima rasuah, maksiat, melakukan kerusakan di bumi, dan banyak lagi yang menyimpang dari ajaran sebenarnya di dalam Islam. Mereka juga percaya bahwa syaitan meyakinkan mereka, melalui para imam dan pendeta tinggi, bahwa ‘kuasa’ itu adalah Allah yang nyata.
Selama berabad-abad, naskah itu diseludup ke Eropa, dan Kesatria Templar menggelarkan mereka sebagai “Free Mason”. Dengan kekuatan yang telah terkumpul, mereka menyebarkan pengetahuan ini di seluruh dunia melalui kumpulan-kumpulan rahasianya.
Semua ini dilakukan dengan satu tujuan yaitu mengikuti kehendak Tuhan mereka yakni syaitan. Dan hal ini sebagai langkah untuk menyambut kedatangan Dajjal bermata satu yang mewakili syaitan di bumi. Simbol mereka adalah piramid dan di atasnya terdapat “all seeing eye” yang bermata satu.


0 komentar:
Posting Komentar