Jumat, 25 Juli 2014

sibghoturrahman.blogspot.com -- Ketiadaan modal dikambing hitam-kan oleh para (calon) entrepreneur yang gagal dalam (memulai) usahanya. Harus diakui bahwa meskipun modal bukan satu-satunya faktor dominan dalam merintis usaha, ketiadaan modal memang bisa menjadi kendala. Agar ketiadaan atau kekurangan modal ini tidak berakibat fatal bagi (rencana) usaha Anda, berikut saya sampaikan 10 jalan untuk memperoleh modal usaha. Saya yakin minimal satu atau beberapa diantaranya – pasti ada yang cocok untuk Anda.
Saya urutkan dari yang paling mudah atau familiar dahulu :
Sweat Equity, modal keringat atau dalam bahasa kita lebih sering disebut modal dengkul. Potensi ini sering diabaikan padahal usaha-usaha besar seperti Microsoft, Facebook dlsb. dimulai dari modal dengkul ini. Artinya mulai usaha dengan apa yang ada pada diri Anda, ini yang paling mudah.
Saving atau tabungan, bila Anda selama ini bekerja pada perusahaan atau instansi lain – besar kemungkinan Anda memiliki sejumlah tabungan baik di bank, dana pensiun, asuransi, pesangon perusahaan dlsb. Ini juga mudah, Anda tinggal mencairkannya dan mulai usaha.
Friend & Family, Anda pasti juga punya teman dekat dan keluarga dekat. Bila di antara mereka ada yang memiliki kemampuan financial untuk memodali usaha Anda, maka yang ini biasanya juga tidak terlalu sulit untuk meyakinkannya.
Angel Investor*, pemodal individu yang tertarik dengan usaha Anda. Ini bisa siapa saja –tidak harus teman atau keluarga-, asal Anda bisa meyakinkan dengan ide dan peluang usaha Anda.  Anda bisa memperoleh modal dari mereka. Saya mengenal beberapa orang dari mereka ini, dan Anda bisa sampaikan ide Anda bila mau via saya. Hanya mereka ini sangat selektif, mereka memilih usaha kadang bukan karena pertimbangan bisnis, bisa karena selera dlsb. – jadi jangan kecewa bila ide usaha Anda ditolak.
Venture Capital, mereka ini adalah perusahaan-perusahaan yang tertarik dengan usaha-usaha baru yang memiliki prospek yang sangat baik.  Mereka tidak segan untuk menanggung resiko investasi di usaha baru tetapi mereka juga punya ekpektasi besar terhadap hasil dari investasinya, jadi mereka akan sangat demanding.
Loan atau pinjaman, pada umumnya ini dari bank dan menuntut Anda untuk mempersiapkan segala sesuatunya sesuai standar bank. Bank biasanya hanya tertarik untuk usaha yang sudah jalan dan memiliki track record yang baik.
Merger and Acquisition , ini juga salah satu jalan untuk mendanai usaha melalui penggabungan dengan usaha lain yang secara sinergis bisa memperkuat perusahaan Anda baik dari sisi modal , pasar, resources dlsb.
Initial Public Offering (IPO) atau menjual saham perusahaan Anda ke public. Persyaratannya cukup berat dan perusahaan Anda harus sudah exist beberapa tahun dan membukukan keuntungan.
Crowd Funding atau pembiayaan oleh massa, ini adalah model pembiayaan baru dan potensinya luar biasa. Ide dasarnya adalah di jaman teknologi ini, bila Anda memiliki ide cemerlang dan unique kemudian Anda komunikasikan dengan baik, maka bisa saja ribuan orang di luar sana tertarik untuk rame-rame mendanainya. Karena potensinya yang luar bisa ini, di Amerika bahkan baru ditanda tangani oleh Obama undang-undang khusus masalah ini yaitu JOBS Act  (Jumpstart Our Business Startups Act) 2012.
Mudharabah Muqayyadah dengan melibatkan bank syariah sebagai juru tulis professional.
Crowd Funding atau pembiayaan oleh massa saya taruh di no 9 bukan karena lebih sulit dari IPO, tetapi semata-mata karena hal baru sehingga diperlukan learning process dari semua pihak baik itu (calon) entrepreneur-nya, investor-nya, regulator-nya dan lain sebagainya.
Mudharrabah Muqayyadah dengan melibatkan bank syariah sebagai juru tulis professional saya taruh di nomor terakhir juga bukan karena yang paling sulit, tetapi karena ‘ide’-nya yang tidak biasa di dunia pembiayaan atau permodalan, sehingga kita masih akan perlu naik gunung turun lembah untuk mensosialisasikan dan meyakinkan semua pihak tentang solusi permodalan yang satu ini. Namun melihat potensinya yang luar biasa, saya yakin solusi Mudharrabah Muqayyadah ini tidak akan kalah dengan JOBS Act 2012-nya Obama.
Dengan begitu banyaknya jalan untuk memperoleh permodalan, minimal satu atau beberapa di antara 10 jalan permodalan tersebut pasti ada yang fit untuk (rencana) usaha Anda, jadi tidak ada alasan untuk tidak memulai usaha hanya gara-gara kendala modal ! insyaAllah.
sibghoturrahman.blogspot.com -- Hari itu matahari yang bersinar terik. Rasa haus membuatku berulang kali meneguk air kemasan yang aku beli sebelumnya. Tak terasa air di botol itu sudah hampir habis. Berniat untuk membuang botol air kemasan itu, aku mencari-cari tempat sampah di sepanjang trotoar yang aku jalani.
Sebelum niatku terlaksana, aku melihat seorang pria setengah baya yang memanggul satu karung penuh berisi botol plastik bekas air kemasan. Pria yang berprofesi sebagai pemulung itu tampak lelah.
Batinku mengatakan mungkin Bapak ini sudah berjalan tanpa henti untuk memungut botol plastik bekas sedari pagi. Daripada aku buang botol air kemasan yang dari tadi ku pegang, aku pikir lebih baik botol itu aku berikan ke bapak itu. Aku hampiri beliau dan menyapanya. Lalu, aku memasukkan botol plastik itu ke dalam karung yang ia panggul.
´´Terima kasih De´´ ucapnya singkat sambil memandangku. Ucapan itu terasa magis dan membuatku tersentuh karena ucapan terima kasihnya terdengar begitu tulus, tanpa rekayasa.
Botol plastik, barang yang sering kita anggap remeh, bagi sekelompok orang adalah sumber mata pencaharian. Bukan pemandangan yang aneh lagi apabila di jalan-jalan kota Jakarta atau kota besar lainnya, para pemulung tampak menyusurinya untuk mencari botol atau gelas plastik. Mereka kadang mengorek-ngorek tempat pembuangan sampah untuk mencari botol dan gelas plastik. Laksana mencari harta karun yang terpendam, dengan sabar mereka mengais-ngais botol dan gelas plastik di tengah gunungan sampah yang berbau.
Sebuah kesabaran yang bermula dari pilihan mencari nafkah, menyambung kehidupan. Pilihan yang membuat mereka jauh lebih terhormat dibandingkan manusia yang bergelimang harta yang didapat dengan cara yang tidak halal.
Melalui tangan mereka, botol dan gelas plastik yang sudah teronggok menjadi sampah, beredar untuk didaur ulang. Keberadaan mereka yang sering dianggap sebelah mata sedikit banyak membantu pengelolaan limbah plastik. Tanpa mereka yang bersedia untuk mengumpulkan botol dan gelas plastik, kita pasti akan kebingungan menghadapi tumpukan botol dan gelas plastik bekas.
Alangkah indahnya apabila kita bisa membantu para pemulung itu dengan memudahkan pekerjaan mereka. Upaya minimal yang bisa kita lakukan adalah dengan tidak mencampur botol dan gelas plastik bekas dengan tumpukan sampah basah yang berpotensi mengeluarkan bau menusuk.
Di beberapa tempat umum sudah dapat kita temui tempat sampah kering dan basah.  Ada baiknya, pembedaan ini kita terapkan di rumah masing-masing. Jadi, setiap botol dan gelas plastik bekas yang kita miliki tidak akan bercampur dengan sampah rumah tangga lainnya. Bayangkan betapa terbantunya bapak dan ibu pemulung dengan upaya kecil kita.
Alangkah indahnya pula apabila tuan rumah acara hajatan atau pesta yang memilih untuk menyajikan air dalam kemasan botol atau gelas plastik untuk bersedia menyisihkan botol dan gelas plastik, mengumpulkannya dan jika diberi kemudahan waktu, memberikannya kepada para pemulung.
Semuanya bisa dimulai dengan langkah sederhana dengan menumbuhkan rasa peduli. Kecil memang bentuknya, tapi pesan rasa kepedulian ini akan sangat bermakna dalam bagi saudara-saudara kita yang dipilihkan jalan nafkahnya melalui botol-botol plastik.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah mengatakan: "Di antara adab seorang penuntut ilmu syar'i terhadap dirinya sendiri adalah: "Berhias dengan MURU-AH (kehormatan)."



Hendaklah setiap penuntut ilmu syar'i senantiasa berhias dengan muru-ah dan segala yang bisa membawamu kepada muru-ah dengan selalu:



1. Berakhlak mulia.

2. Berwajah manis saat bertemu seseorang.
Me and My Friends
3. Menyebarkan salam.

4. Menolong orang lain.

5. Tegas tanpa sombong.

6. Gagah berani tanpa kediktatoran.

7. Bersikap ksatria tanpa harus fanatik golongan.

8. Punya semangat yang menggelora tanpa harus seperti orang-orang jahiliyyah.



Apakah Sifat Muru-ah Itu?



Para fuqaha (ahli fiqih) memberikan definisi dalam pembahasan mereka mengenai masalah persaksian bahwa muru-ah adalah melakukan segala perbuatan yang bisa membuatnya terhormat serta menjauhi segala yang bisa merendahkan martabatnya.



Apakah yang dimaksud dengan akhlak yang mulia?



Akhlak yang mulia adalah manakala seseorang mampu bersikap toleran sekaligus bisa tegas pada saatnya yang tepat.



Juga termasuk akhlak yang mulia adalah bermuka manis saat bertemu seseorang. Dari Abu Dzarr radhiyallahu 'anhu: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku:



"Janganlah engkau meremehkan kebaikan, meskipun cuma sekedar bermuka manis saat bertemu saudaramu." [HR. Muslim (2626)]



Namun, apakah ini berarti saya harus bermuka manis pada setiap orang meskipun pada gembong penjahat? Atau harus lihat situasi dan kondisi?



Jawabnya: "Sesuai situasi dan kondisi."



Saya bermuka manis hanya kepada enam orang, padahal jumlah mereka ada sembilan orang. Apa maknanya? Yakni, saya bermuka manis terhadap dua pertiga dari kelompok tersebut, adapun terhadap sepertiga yang lainnya? Biarkan saja mereka karena keadaan mereka yang mengharuskan untuk disikapi demikian.



Hendaknya engkau selalu bermanis muka, inilah sikap yang paling baik yang bisa membuat orang lain senang kepadamu. Mereka akan berani mengungkapkan sesuatu yang menjadi rahasia mereka kepadamu. Jika engkau senantiasa berwajah CEMBERUT dan bermuka masam, niscaya mereka akan takut dan tidak berani berbicara denganmu.



Namun, JIKA KEADAAN MENGHARUSKANMU untuk TIDAK bermanis muka pada mereka, lakukanlah. Dari sini ketahuilah bahwa sikap bermuka masam tidak selamanya tercela, juga orang yang senantiasa bermuka manis tidak selamanya terpuji.



Perkataan Syaikh selanjutnya: Menyebarkan salam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda;



"Kalian tidak akan masuk Surga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sehingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian amalkan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." [HR. Muslim ((54)]



Apakah itu berarti harus menyampaikannya dan mengucapkannya kepada setiap orang?



Tidak, akan tetapi cuma diucapkan kepada orang-orang yang berhak menerima salam, yaitu orang Muslim walaupun dia ahli maksiat, ataupun pezina, pencuri, pemakan riba, peminum khamr (arak), ataupun dia seorang yang fasik, (maka) ucapkanlah salam kepada mereka. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:



"Tidak halal bagi seorang Muslim untuk mendiamkan saudaranya sesama Muslim lebih dari tiga hari, ketika keduanya bertemu mereka saling memalingkan muka. Dan yang paling baik di antara keduanya adalah YANG LEBIH DULU mengucapkan salam." [HR. Bukhari (5883)]



Namun, jika ada seorang Mukmin yang melakukan suatu hal yang munkar, lebih-lebih kemunkaran yang sangat besar yang bisa menghancurkan masyarakat Islam, saat itu wajib menjauhinya (hajr) KALAU ADA MANFAATNYA.



Pada dasarnya, menyebarkan salam adalah untuk setiap orang Muslim, terkecuali orang yang TERANG-TERANGAN berbuat maksiat. Maka dia didiamkan (hajr), JIKA MEMANG DENGAN MENDIAMKANNYA DIA AKAN MENJADI SADAR.



Adapun terhadap non Muslim, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:



"Janganlah memulai salam kepada orang Yahudi dan Nasrani." [HR. Muslim (2167)]



Kita diharamkan untuk mendahului salam kepada orang Yahudi maupun Nasrani. Demikian juga terhadap orang kafir lainnya yang lebih jelek dari mereka. Namun, jika mereka yang lebih dulu mengucapkan salam maka kita boleh menjawabnya, berdasarkan firman Allah Ta'ala;



وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا



"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)." (An-Nisaa': 86)



Jika mereka mengucapkan "assalamu'alaikum", maka dengan tegas kita jawab "wa'alaikumussalam". Karena, itulah makna tekstual firman Allah "maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)."



Nabi manakala mengajarkan kepada kita untuk menjawab dengan "wa'alaikum", karena orang-orang Yahudi dan Nasrani itu sesungguhnya mengucapkan "as-saamu'alaikum" (kecelakaan bagimu) sebagaimana telah dijelaskan dalam sebuah hadits dari ABdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:



"Sesungguhnya orang-orang Yahudi atau Ahli Kitab itu mengucapkan (as-saamu'alaikum), maka jika mereka mengucapkan salam (tersebut) kepadamu, jawablah dengan wa'alaikum (dan juga bagi kalian." [HR. Bukhari (5902) dan Muslim (2164)]



Ada juga sebagian orang yang tidak mau mengucapkan salam terhadap orang lain yang berbeda manhaj walaupun sebenarnya sat tujuan. Kenyataan yang terjadi sekarang adalah mereka saling berdebat dengan lisan-lisan mereka, saling mencaci dan saling menjauhi.



Sebenarnya, kelompok-kelompok tersebut wajib saling mengucapkan salam, saling menasihati, serta saling MEMBERIKAN PENJELASAN kepada sudaranya seiman tentang kesalahannya sehingga kesalahan itu bisa segera dibenahi, yang dengannya hati kita akan saling bertautan.



Maka hindarilah hal-hal yang dapat merusak kehormatan, baik dalam watak (perangai), perkataan, perbuatan, sikap yang rendah dan jelek lainnya seperti ujub (berbangga diri), riya', sombong, takabbur, meremehkan orang lain, serta mengunjungi tempat-tempat kotor yang penuh syubhat.



Perkataan Syaikh: "Mengunjungi tempat-tempat kotor yang penuh syubhat."



Maksudnya adalah tempat-tempat yang akan membuat orang meragukan dirinya, kehormatan, serta akhlaknya, maka seharusnya DIHINDARI. Semoga Allah merahmati orang yang bisa membuat orang lain tidak menggunjingnya. Amin.



(Dikutip dari buku Syarah Adab & Manfaat Menuntut Ilmu, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Jakarta, dengan diringkas)



Bagi saudaraku fillah yang senang bercanda-ria dengan lawan jenis yang bukan mahram, hendaklah senantiasa mengingat hadits berikut:



"Sesungguhnya sesuatu yang dikenal oleh orang dari ucapan para nabi sejak awal adalah JIKA ENGKAU TIDAK MALU, berbuatlah sesukamu." [HR. Bukhari (6/380). Mukhtashar Syu'abil Iman, Al-Imam Abul Ma'aly al-Qazwiini]



Malu adalah akhlak yang tumbuh untuk meninggalkan hal-hal yang jelek, mencegah dari berlebih-lebihan dari mengambil haknya.



Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyempurnakan makna malu ini dalam hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi secara marfu. Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:



"Malulah kalian KEPADA ALLAH dengan sebenar-benarnya malu." Mereka berkata, 'Sesungguhnya kami malu, Ya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.' Beliau berkata, 'Bukan demikian, tetapi orang yang benar-benar malu pada Allah adalah orang yang menjaga kepalanya dan apa-apa yang memenuhinya, dan menjaga perutnya dan apa-apa yang memenuhinya, serta mengingat kematian dan hal-hal yang akan binasa. Barangsiapa yang menginginkan akhirat maka hendaklah MENINGGALKAN PERHIASAN DUNIA. Barangsiapa yang melakukan semua ini maka ia TELAH BENAR-BENAR MALU kepada Allah."



Para ulama berbeda pendapat tentang kuat dan lemahnya malu berdasarkan hidup dan matinya hati. Jika hati hidup, maka sempurnalah malunya, begitu pun sebaliknya.



Hadits Salim bin Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma dalam Shahihain, dari bapaknya dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sesungguhnya ia mendengar seorang lelaki memberi nasihat kepada saudaranya tentang malu, ia berkata:



"Bersikap malulah kamu, karena sesungguhnya malu itu bagian dari keimanan." [HR. Bukhari (1/69) dan Muslim (36)]



Hadits Imran bin Husain radhiyallahu 'anhu dalam keduanya:



"Sesungguhnya malu itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan." [HR. Bukhari (10/433), Muslim (37) dan Abu Dawud (4796)]



Adapun ucapan "berbuatlah sesukamu" sebagaimana dalam status di atas, adalah merupakan ANCAMAN, yaitu maksudnya adalah, sesungguhnya orang yang tidak merasa malu maka ia akan berbuat sekehendaknya, sehingga (rasa) malu-lah yang (akan) MENCEGAH seseorang untuk melakukan sebuah perbuatan yang (dapat) menjatuhkan kemuliaan dan harga dirinya.



Allah Ta'ala berfirman:



“Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah KESENANGAN YANG MENIPU.” (Al-Hadid: 20)



Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:



ألا إن الدنيا ملعونة ملعون ما فيها إلا ذكر الله وما والاه وعالم أو متعلم



"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya dunia itu terlaknat, dan terlaknat pula apa-apa yang ada di dalamnya. Kecuali dzikir kepada Allah, apa-apa yang mendekatkan diri kepada-Nya, orang yang mengajarkan ilmu, atau orang yang belajar ilmu."



[Hadits shahih; diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 2322), Ibnu Majah (no. 4112), Al-Baihaqi dalam Syu’abul-Iman (no. 1708), dan Ibnu Abi ‘Aashim dalam Az-Zuhd (no. 57). Dari jalur ‘Abdurrahman bin Tsaabit, ia berkata: "Aku mendengar ‘Atha’ bin Qurrah berkata: Aku mendengar ‘Abdullah bin Hamzah berkata: Aku mendengar Abu Hurairah berkata: (lalu ia menyebutkan hadits tersebut)." Syaikh Saliim bin 'Ied Al-Hilaliy berkata: Sanadnya hasan."]



(dikutip dengan sedikit diringkas dari kitab Mukhtashar Syu'abil Iman, karya Al-Imam Abul Ma'aly al-Qazwiini, yang merupakan ringkasan dari kitab Syu'abil Iman, karya Al-Imam Al-Baihaqi)



Catatan Terkait:



BERHIASLAH DENGAN KEINDAHAN ILMU & BUKAN BERHIAS DENGAN BANYAK CANDA

http://www.facebook.com/note.php?saved&¬e_id=10150266089370175



Semoga bermanfaat....



-Sahabatmu-
Muslimah paling utama adalah wanita-wanita yang bisa menjaga diri dan agamanya. Ia senantiasa menjaga penampilannya, tidak hanyut pada model, gaya, gebyar dan tren yang justru mengorbankan agamanya sendiri.
Sesungguhnya wanita yang punya budi luhur secara bahasa atau sikap, dia sudah mendominasi 50% agamanya. Berbahagialah jejaka yang memperoleh tipe gadis seperti itu. Dan seharusnya pemuda mengutamakan agamanya. Lihat dulu bagaimana budi baiknya terhadap keluarga, terhadap teman atau masyarakat. Dari sana sudah memperoleh syarat-syarat pemenuhan gadis yang beragama.
Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya semua agama itu mempunyai akhlak,sedangkan akhlak yang islami ialah sifat malu.” (HR. Imam Malik)
Muslimah yang utama dia bisa menjaga diri dan agamanya. Dia malu dengan jilbab yang dikenakan untuk berbuat dari hal-hal yang dicela agama dan membuat orang lain menjadi mencela ajaran agamanya. Muslimah seperti inilah  yang disebut mampu menjagamuru’ah.
Muru’ah adalah sifat yang dimiliki oleh manusia. Dengan sifat tersebut ia bisa membedakan antara manusia dari hewan. Istilah ini digunakan  dalam pengertian mengaplikasikan akhlak yang terpuji dalam segala aspek kehidupan serta menjauhkan akhlak yang tercela sehingga seseorang senantiasa hidup sebagai orang terhormat dan penuh kewibawaan.
Iman Mawardi, menjelaskan soal  muru’ah sebagai “Menjaga kepribadian atau akhlak yang paling utama sehingga tidak kelihatan pada diri seseorang sesuatu yang buruk atau hina.”
Ibnu Qayim al-Jauziah mengatakan bahwa muru’ah berlaku pada perkataan, perbuatan, dan niat setiap orang. Orang yang dapat memelihara perkataan, perbuatan, dan niatnya, sehingga senantiasa berjalan sesuai dengan tuntunan agama, disebut orang yang memiliki muru’ah. Lebih jauh, Ibnu Qoyim membagi muru’ah atas tiga tingkatan.
Pertama, muru’ah terhadap diri sendiri; yaitu mempertahankan dan melaksanakan akhlak yang mulia dan menjauhi akhlak yang rendah dan tercela, kendatipun hanya diketahui oleh diri sendiri.
Kedua, muru’ah kepada sesama makhluk; senantiasa berakhlak luhur dan menjauhi akhlak tercela di tengah khalayak ramai.
Ketiga, muru’ah terhadap Allah Subhanahu Wata’ala; yaitu merasa malu terhadap Allah sehingga membuat seseorang senantiasa berupaya melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya .
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,“Kemuliaan seseorang ialah (pada) agamanya dan muru’ah (pada) akalnya dan keluhuran akhlaknya.” (HR. Ibnu Hibban)
Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 31 yang artinya:
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan kecuali kepada suami mereka, putera-putera mereka, atau putera para suami mereka, atau saudara-saudara mereka atau putera-putera saudara perempuan mereka atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki-kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Dari Abdullah bin Umar r.a, bahwasannya Rasulullah bersabda: “Dunia itu perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah” {HR. Muslim}
Muru’ah merupakan perhiasan pribadi seorang Muslim dan  bukti keutamaan budi dan tanda kemuliaan pelakunya
Seharusnya, pakaian jilbab yang kita kenakan, bukan sekedar hiasan. Jilbab yang kita sematkan kata Nabi justru membuat kita menstabilkan perilaku buruk kita. Sebab sesungguhnya seorang muslimah yang berjilbab, ia harus menjaga image/citra dan karena identitas yang ia bawa adalah identitas agamanya sendiri, Islam. Maka jika ada muslimah yang menggunakan jilbab namun penampilannya jauh dari pakaian yang menutupinya,  sesungguhnya ia telah menjatuhkan muru’ah agamanya.
Sering kali orang bilang kalau bangsa kita, bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya dan beradab, pada suatu masa mungkin iya, sekarang? Pfffttt

Miris, mungkin itu kata-kata yang tepat untuk bangsa Indonesia saat ini. Gimana tidak? Bangsa yang katanya berbudaya, ramah, dan beradab tapi kenyataannya?
Coba deh lihat ke foto ini, guru yang malah membiarkan OSIS ini melakukan suatu hal yang negatif, ketika melakukan acara MOS, (Masa oreientasi siswa baru)..
“Aturan dibuat untuk dilanggar” Orang-orang disini dengan tanpa dosa ngomong begitu. Tapi ya apa mau dikata, toh manusia – manusia yang membuat aturannya saja melanggar kok. Ya wajar saja rakyatnya ngelanggar tho? Wong dari atasnya aja udah begitu…
Pernah lihat koruptor yang disorot kamera malah dadah-dadah dan senyum-senyum? Rasanya sering. Mungkin mereka sudah ke ahli bedah untuk potong syaraf malunya. Bangsa yang berbudaya seperti itu? Ha ha
Yang paling gress, aksi seorang jubir ormas yang menyemprot muka narsum lainnya, di acara yang disiarkan LANGSUNG, disaksikan oleh jutaan pasang mata. Saya tidak tahu apa yang ada didalam kepala orang itu, tapi menyiram lawan berbicara ketika berdiskusi alot rasanya bukan ciri-ciri orang yang berbudaya.

Jadi… Indonesia bangsa yang berbudaya dan beradab? Think again ... ini permasalahan UUD.

Kalo permasalahan Syari'at juga tak kalah lebih membelakangi ...
inilah efek menomer dua kan Syari'at yang dibiarkan ‘kebablasan’. pemerintah ataupun masyarakat sama2 punya andil dalam hal ini. penerapan ilmu agama di rumah2 memang penting, penting sekali malah, tapi bisakah kita yakin anak-anak kita nantinya ketika ‘keluar’ dari lingkungan rumah bisa terlindungi dari bahaya ‘budaya seks’ yang sudah sangat amat MENGAKAR ini???

sekuat apapun iman seseorang, jika di lingkungan sekitarnya masih banyak hal yang dapat meng’eksitasi’ nafsu syahwatnya, lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya. saya bukan ingin mendiskreditkan tokoh agama ya, sungguh bukan, tapi ini adalah contoh efek buruk lingkuang terhadap individu. sering kita lihat berita “seorang ustadz, atau guru ngaji menjadi pelaku sodomi dan pemerkosaan terhadap anak didiknya”. apakah lantas ustadz itu tidak punya ilmu agama? jelas punya. tapi kenapa bisa sampai begitu? karena pengaruh lingkungan yang tidak mendukung…astaghfirullah….

beginilah kalau demokrasi dibiarkan merajalela, kebebasan berargumen, kebebasan menentukan jalan hidup pribadi dijadikan ‘asas hidup’. semua-semua serba bebas tanpa aturan. ketika mulai ada aturan islam yang muncul, malah dianggap melanggar HAM, atau ada orang-orang yang mengatakan “suka-suka gue lah mau hidup kayak apa, hidup-hidup gue juga, kenapa mesti lo yang ribet, kenapa mesti pemerintah yang ribet, pakai mau nerapin syariat islam segala, nggak usah ngurusin hidup orang lain lah, urusin aja diri lo sendiri, sok suci banget”. ya Allah T_T nafsu sudah tidak ada bentengnya lagi, batasan maksiat sudah tak jelas lagi, PACARAN dianggap lumrah, dianggap sah2 saja asal masih saling menjaga (yakin bisa benar-benar ‘menjaga’, segimana kuat sih iman kita ngelawan godaan syaithan yang datang dalam segala bentuk dan rupa?!) sampai saking bingungnya mau melampiaskan syahwat kemana, BINATANG dan ALAT-ALAT dirumah pun bisa jadi objek pemuas nafsu, sampai ada muncul istilah ‘sex toys’ itu awalnya darimana? ya dari itu, orang2 yang sudah nggak tahu lagi mau memuaskan nafsu syahwatnya dengan cara apa. ya Rabbi, hancur sekali generasi islam di negara dengan MAYORITAS MUSLIM TERBESAR DI DUNIA ini… T_T

sudah sehancur ini ummat islam, sudah begini fakta yang dipaparkan, sudah sampai begini Allah memperingatkan kita, belum lagi dengan segala macam bencana alam yang (entah kenapa) lebih banyak terjadi di Indonesia, di negeri muslim ini, ketimbang di negaranya orang2 kafir sono, masih saja kita menganggap penerapan syariat islam dalam bingkai pemerintahan itu TIDAK PENTING? tidak pernah diajarkan Rasulullah? tidak perlu asalkan individu nya diperbaiki? Allahu Rabbiii….kita pakai logika saja, pernah tidak ma’mum itu rapi duluan sebelum imamnya naik? imam nya naik dulu kan baru ma’mum yang tadinya bergosip, yang tadinya ketawa ketiwi, yang tadinya main-main sama anaknya, yang tadinya ngaji sendiri, akhirnya bangkit dan sholat secara berjama’ah mengikuti imam yang mengkoordinir mereka? begitulah juga ummat islam. jika tidak ada KHALIFAH yang memimpin ummat ini, maka tidak akan pernah rapi ummat ini sampai kapapun. yang satu bilang A, yang satunya lagi kekeh pengen B, yang satu kiblatnya ke barat, yang satunya lagi kiblatnya ke barat laut. yang satu lebaran tanggal 1, yang satunya lebaran tanggal 2, teruuuus akan seperti ini, teruuuus akan terpecah belah, terkotak-kotak oleh nasionalisme, terkotak-kotak oleh ego masing-masing golongan, terkotak-kotak oleh kebijakan negara yang berbeda-beda. kalau pecah belah terus seperti ini.
mengikuti pemimpin yang sekarang? atau yang akan terpilih nantinya melalui pemilu, apakah bisa menyelesaikan masalah? selama sistem yang dipakai masih sistem RUSAK ini, maka masalah seks bebas dan masalah lainnya tidak akan pernah bisa terselesaikan! “ah, omongan lu aja itu! bisa kok kalau kita pilih pemimpin yang baik, kan banyak didukung ulama”. hehehe, boleh nggak saya kasi contoh, nanti kalau si presiden ini terpilih (siapapun itu) berani tidak dia terang2an mengatakan ingin menerapkan syariat islam secara menyeluruh di Indonesia? berani tidak dia memberantas semua lokalisasi semacam dolly? berani tidak dia merubah semua tayangan di stasiun TV agar hanya menayangkan tontonan yang bernuansa islami? berani tidak dia mewajibkan rakyatnya untuk menggunakan pakaian yang sesuai dengan norma (no more hot pants, no more tank top, no more bikin, no more hijab tapi KETAT)?? berani tidak dia melarang riba dalam sistem perekonomian masyarakat? berani tidak dia memberantas peredaran Khamr, bahkan tidak membolehkan sama sekali khamr masuk ke indonesia? BERANI TIDAK???????? kalau memang berani, saya mungkin akan memilih dia dalam pemilu nantinya. tapi kalau keberaniannya masih redup, kalah saing dengan rasa takut nya terhadap ‘penguasa’ sesungguhnya (Amriki dan Wahyudi) maka jangan harap indonesia ini akan berubah, jangan harap budaya ngeseks dan pornografi serta pornoaksi akan bisa diberantas selamanya, jangan pernah berharap.


wallahu a’lamu bis showab, may Allah bless us forever in the world and here after .. Aamiin ..

Al Aqsha
SEBELUMNYA Nabi Sulaiman AS menanamkan buku-buku ajaran sihir. Buku-buku tersebut ternyata disimpan di bawah tapak kuil Sulaiman. Baginda melantik beberapa orang kesatria yang di kenal sebagai “Knights of the temple of Solomon” (Knight Templar) untuk menjaga kuil Sulaiman itu siang dan malam.

Awalnya para kesatria melakukan tugas tersebut. Namun, selepas Nabi Sulaiman AS wafat, The Knights mengambil apa yang terdapat di bawah kuil itu. Mereka menyadari akan kepentingan perkara ini, rahasia amalan sihir berada di ujung jari mereka. Mereka mencuri dan mulai berlatih. Mereka pindahkan kitab-kitab tersebut dan mulai berlatih dan mengamalkan. Mereka benar-benar jauh dari agama yang dibawa oleh Nabi Musa dan Allah SWT. Dan mereka mulai tenggelam di bawah kuasa dan pengaruh iblis. Karena ritual yang mereka jalankan, akhirnya dengan waktu yang begitu singkat mereka menjadi orang yang berpengaruh dan terkaya di negara itu.

Ahli okultisme menegaskan bahwa syaitan memberi penghargaan kepada pengikutnya dengan kekayaan duniawi. Mereka bisa membuat apa saja seperti memberi dan menerima rasuah, maksiat, melakukan kerusakan di bumi, dan banyak lagi yang menyimpang dari ajaran sebenarnya di dalam Islam. Mereka juga percaya bahwa syaitan meyakinkan mereka, melalui para imam dan pendeta tinggi, bahwa ‘kuasa’ itu adalah Allah yang nyata.

Selama berabad-abad, naskah itu diseludup ke Eropa, dan Kesatria Templar menggelarkan mereka sebagai “Free Mason”. Dengan kekuatan yang telah terkumpul, mereka menyebarkan pengetahuan ini di seluruh dunia melalui kumpulan-kumpulan rahasianya.

Semua ini dilakukan dengan satu tujuan yaitu mengikuti kehendak Tuhan mereka yakni syaitan. Dan hal ini sebagai langkah untuk menyambut kedatangan Dajjal bermata satu yang mewakili syaitan di bumi. Simbol mereka adalah piramid dan di atasnya terdapat “all seeing eye” yang bermata satu.

Popular Posts

Pesan dan kesan

Belajar dan terus belajar hingga segala sesuatu yang gelap akan menjadi terang. adapun masa lalu yang kelam biarkan dia terbang bersama gugurnya dedaunan setiap musimnya ....


Don't forget after visiting...........


Visit again.... Bye... Bye,,,

This is Me ...

This is me ..

Foto saya
Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia
i'm saiful, my complete name is Sibghoturrahman Saifullah .. I was born on the word, as the winner... I wanna be succes person and i wanna make tremoring the world,... see you on the top ............ i'm CHARMING BOY ,.... :)

Aminion

Cartoons Comments Pictures

My Time

Followers

About

Selamat datang di blog ku, insyaallah bermangfaat buat saudara-saudara sekalian pada umumnya... Belajar dan terus belajar hingga segala sesuatu yang gelap akan menjadi terang. adapun masa lalu yang kelam biarkan dia terbang bersama gugurnya dedaunan setiap musimnya ...
Sibghoturrahman Saifullah

Menemukan arti dari sebuah motivasi diri...

Copy Right By Saiful. Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Translate

Prayer Time